Menggelayut rasa penuh harap, sebuah pencarian memuakkan penuh lara.
Pergilah! Mata mu bahkan tak sudi menatap.
Kebekuan kita memang tak pernah patah.
Jika begitu, salah siapa?
Aku hanya masih ragu, mungkin begitu juga kamu.
Lalu, takdirkah? Ataukah kenangan kita memang hanya tatap?
Kamu dekat, aku seakan tercekat. Kamu tak terlihat, aku mulai sesak.
Entahlah, mungkin aku memang terlalu rumit.
Tapi, bukankah kamu juga demikian?
Datang secepat kilat, tapi hilang tanpa jejak.
Terlalu banyak tanda tanya. Bahkan mungkin Tuhan mulai bosan menjawabnya.
Kamu tidak seutuhnya hilang dari peradaban memang.
Tatap mata terakhir kita hanya sebuah adegan tak kasat mata.
Tapi sungguh, semua terasa berubah.
Kamu memang masih menampilkan senyum itu, tapi tanpa kamu sadari kehadiranku.
Tak apa, pergilah....
Aku bahkan masih ragu tentang kamu.
Aku tentu tahu, kisah ini hanya akan menjadi sebuah frame buram masa lalu.
Jadi, sudahlah. Aku tak akan memaksamu
Blog amatir yang isinya nggak bagus-bagus amat. Semoga Suka!!! (ini nggak maksa, cuma semoga) (Note: tidak semua yang aku tulis adalah aku, dan yang kamu baca adalah kamu)
Rabu, 19 April 2017
Perlahan Hilang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar