Ku tekan ia kuat-kuat,
Luberan yang merembes ku usap kasar
Ada yang berdentum di lubuk ini
Asap yang keluar dari telinga mungkin melebihi
polusi pabrik
Aku tak dapat berteriak gusar,
Menunjukkan segala amarah yang terkubur terlalu
dalam
Rasanya ada yang tersangkut di tenggorokan, mengunci
semua ledakan hingga teredam
Tak perlu terlalu sering mengeluh karena kemarahanmu
padaku
Setidaknya raut jengkelmu dapat menuntaskannya
Awalnya aku memang
hanya berusaha mengalah
Mencari titik teraman
agar semua terasa nyaman
Namun akhirnya kamu
marah
Marah akan sikapku yang
membuat mu seakan disalahkan
Aku mulai bingung bersikap,
Sikap mengalahku kamu salahkan, namun tak jarang
kamu juga marah bila aku mengatakan yang sejujurnya
Kepahamanku benar-benar menghilang, titik terjenuhku
mulai terkuak
Semakin lama aku jengkel, kesal akan amarahmu yang
seakan sili berganti
Tapi lagi-lagi, harus kutelan bula-bulat semua
amarah yang merasuk
Menenggelamkan semua ke dasar hingga makin mengendap
Aku
ingin sepertimu, bukan aku yang hanya seperti boneka barbie lucu
Aku ingin menampilkan semua ekspresi yang ada, bukan hanya tersenyum
dan membiarkan orang lain mempermainkanku
Tak perlu lagi kamu
mengumpat, menyalahkanku akan semua sikap mengalahku yang kamu benci
Aku memang lemah, tak
pernah benar-benar berani mengutarakan amarahku
Namu setidaknya aku berusaha,
berusaha menjaga hati mu
Jika usahaku memang
salah, tolong ajarkan aku bagaimana cara mengekspresikan rasa kesal ku kepada
mu
A/N : Orang yang bersalah