Air bergemricik, menetes dengan pasti diatas pualam
Dinginnya menusuk, petir menyambar bergantian
Titik-titik air di jendela mulai mengalir
Ada yang tak peduli
meringkuk di balik selimut tebalnya
Namun, banyak pula peduli
duduk menatap keluar jendela yang terasa lembab
Bernostalgia, bagaimana hujan menjadi pengiring kisah mereka
Beberapa terlihat tersenyum seperti orang gila
Beberapa lagi tak sadar bahwa setitik embun telah menumpuk di pelupuk mata
Aku, aku hanya menjadi salah satu orang yang menikmati hujan.
Menikmati suara hujan yang berisik, atau aroma petrichor yang aneh.
Tapi, aku tidak tersenyum, tidak pula bersedih
Karena kenaganku bukan tentang yang lain, hanya tentang hujan.
Hujan yang menjadi sebuah kenangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar