Daun telah
gugur, namun peristiwa itu terungkit kembali
Imaji
terkuak, membuka lembaran kelam
Berpetualan
tanpa henti mengkoyak hati
Teriakan itu
bahkan masih berdenging, melekat kuat bagai baja
Dinding
pelindungku rapuh, tak kuat terus menahannya
Sampai saat
ini ku terus bertanya-tanya,
Mengapa kau
tak pergi?
Bencimu
bahkan tak menghampiri
Senyummu
mengembang, bimbangku datang
Ah, entahlah
Aku tak
dapat terus kokoh di sini
Mengapa
sepertinya hanya aku yang menjadi peran antagonis,
Meski
adegannya selalu aku yang terluka

Tidak ada komentar:
Posting Komentar